Punya Trauma Masa Kecil Akan Sulit Mempertahankan Hubungan Asmara yang Harmonis?

0
91

Punya Trauma Masa Kecil Akan Sulit Mempertahankan Hubungan Asmara yang Harmonis?

Pacar terlalu cemburuan hingga rasanya Anda bikin gerah dan naik pitam? Tunggu. Tahan dulu amarah Anda. Besar kemungkinan ada alasan tertentu di balik semua sifat dan karakter si dia yang Anda anggap menyebalkan. Bisa jadi segala kelakuannya itu merupakan cerminan dari efek trauma masa lalu. Bagaimana efek trauma masa lalu bisa memengaruhi hubungan asmara saat dewasa?

Efek trauma masa lalu pada hubungan asmara saat dewasa

Efek pernah menjadi korban kekerasan rumah tangga (KDRT) atau trauma masa lalu lainnya, seperti menjadi anak broken home sejak usia sangat belia, tidak hanya sebatas berdampak pada kestabilan emosi si anak tersebut.

Meski sudah bertahun-tahun lamanya, ternyata ingatan akan
pengalaman buruk tersebut tidak lantas hilang begitu saja dari memori.
Mungkin ada potongan ingatan yang sangat membekas dan terpatri dalam
benak, yang kemudian terwujud pada kemunculan karakter atau sifat
tertentu.

Dilansir dari Psychology Today, orang yang punya trauma masa kecil cenderung menyembunyikan perasaan, minderan, hingga sulit mengendalikan emosi. Para ahli berpendapat, trauma pengalaman buruk semasa kecil khususnya juga dapat membuat seseorang jadi sulit percaya pada orang lain.

Dampaknya pun bisa merambat pada kemampuan si anak tersebut untuk
menjalin hubungan asmara di masa mendatang. Hal ini bukan hanya akan
memengaruhi diri sendiri, tapi juga akhirnya pada hubungan asmara Anda
dan pasangan kelak. Kenapa?

Trauma masa kecil membuat seseorang mudah cemburuan atau malah posesif

mengatasi pasangan suka mengekang

Pakar berpendapat bahwa orang yang memiliki trauma hebat semasa kecilnya cenderung selalu merasa insecure. Insecure itu sendiri diartikan sebagai rasa takut berlebihan dan tidak wajar yang menghantui diri sendiri.

Nah, maksud dari rasa insecure dalam hubungan asmara adalah lebih kepada rasa takut akan kehilangan atau ditinggalkan pasangan. Maka, orang-orang yang insecure bisa menjadi sangat protektif atau posesif karena mereka takut kehilangan orang yang dicintainya. Kecenderungan ini mungkin berdasar pada pengalamannya dulu sebagai anak broken home dari orangtua yang bercerai karena perselingkuhan.

Mungkin juga orang tersebut jadi sebaliknya. Efek trauma masa
lalu mungkin membuat dirinya jadi seseorang yang pasif, atau malah
memiliki kecenderungan main kasar; entah itu secara fisik, psikologis,
atau verbal.

Efek trauma masa lalu dirinya pun lama-lama akan
memengaruhi kejiwaan pasangannya kelak. Ketika Anda memiliki pasangan
yang posesif karena punya trauma (diketahui atau tidak), tentu Anda akan
merasa capek sendiri menghadapinya, bukan?

Semua efek negatif akibat trauma masa kecil ini akan menular pada
pasangan dan hubungan asmara yang sedang dijalaninya. Akibatnya, akan
sulit bagi dirinya untuk mempertahankan sebuah hubungan.

Oleh sebab itu, trauma masa kecil tidak bisa dibiarkan begitu
saja dan perlu ditangani agar hubungan asmara Anda juga tak kena
imbasnya.

Lantas, apa yang harus dilakukan?

membantu pasangan depresi

Untuk mengatasi trauma pada diri sendiri sampai tuntas, Anda butuh bantuan pihak ketiga yang dalam hal ini psikolog atau psikiater.

Tak perlu khawatir karena sekelam apa pun ingatan tersebut, efek
trauma masa lalu bisa dihilangkan. Meski luka di masa kecil telah
mengubah Anda, masih ada kemungkinan untuk memperbaikinya. Mungkin Anda
tidak bisa 100 persen sembuh, tetapi setidaknya bisa mengurangi beban di
hati Anda selama ini

Mengubah cara berpikir dengan lewat terapi misalnya sedikit
banyak bisa membantu diri Anda untuk pulih dari trauma. Ketika trauma
masa kecil dipulihkan, secara perlahan Anda juga bisa mulai membangun
hubungan asmara yang lebih sehat dan bahagia.

Namun, Anda juga perlu jujur menceritakan pengalaman semasa kecil
Anda pada pasangan. Tidak perlu langsung menjabarkan secara detail. Di
awal mungkin akan sulit untuk menceritakan trauma yang selama ini Anda
kubur dalam-dalam.

Meski begitu, ingatlah bahwa pasangan berhak tahu pengalaman
trauma masa kecil Anda demi sana-sama berusaha mempertahankan hubungan
asmara yang dijalani.

Terlebih ketika pasangan tahu apa pemicu sifat Anda, dirinya juga akan tahu bagaimana caranya bersikap dan menghadapi Anda dengan bijak. Tidak menutup kemungkinan dirinya pun akan membantu Anda dengan caranya sendiri.

sumber : hellosehat.com

WWW.BELAPAK.COM Toko Tempat Jualan Barang dan Ngiklan Gratis
loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here