Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo akan meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), Selasa (17/12). Rencananya peresmian baru akan dilakukan pada sebagian ruas jalan tol, yaitu pada seksi 2, 3, dan 4 sepanjang 66 kilometer. Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi memastikan Presiden Joko Widodo bakal datang ke Kaltim untuk meresmikan Tol Balikpapan Samarinda (Balsam) pada Selasa (17/12) Hal ini diungkapkan Hadi saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai progres pengerjaan tol tersebut Hal ini lantaran belum semua konstruksi jalan tol selesai dibangun. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) sepanjang 99,35 Km, saat ini progres pengerjaan konstruksi telah selesai 97 persen. Setelah diresmikan, jalan tol pertama di Kalimantan ini  dapat digunakan menyambut liburan Natal dan Tahun Baru 2020. Berikut ulasan jalan tol pertama di Kalimantan.

1. Peresmian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) akan dilakukan di Gerbang Tol Samboja

Besok Jokowi Resmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda
Tol Balsam
Peresmian rencananya akan dilakukan di Gerbang Tol Samboja yang berlokasi di Kilometer 38 pada pukul 11.00 Wita. Peresmian dilakukan dengan penekanan tombol oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR dan Menteri BUMN, Gubernur Kaltim dan Direktur PT Jasa Marga. Selanjutnya juga akan dilakukan penandatanganan prasasti peresmian jalan tol oleh Presiden Jokowi. Ruas jalan tol yang akan diresmikan adalah Seksi 2 Samboja-Muara Jawa, Seksi 3 Muara Jawa-Palaran, dan Seksi 4 Palaran-Samarinda. Rute ini sudah siap digunakan oleh masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru 2020.

2. Jalan tol Balsam bisa memangkas waktu perjalanan dari 3 jam menjadi sekitar 1 jam perjalanan

Jalan tol Balsam ini dibangun sejak 2016, tol ini menghubungkan dua kota besar di Kalimantan Timur yakni Balikpapan dan Samarinda. Jalan tol ini dibangun sejak Ibu Kota Negara (IKN) belum direncanakan pindah ke kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Keberadaan jalan tol Balsam ini menjadi akses penting IKN dan dapat memangkas waktu perjalanan Balikpapan-Samarinda baik orang maupun barang dan jasa dari 3 jam menjadi sekitar 1 jam perjalanan.

3. Progres pembangunan terkendala tanah bergerak

Besok Jokowi Resmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda
Pada Seksi 1 Balikpapan-Samboja dan Seksi 5 Balikpapan-Sepinggan pengerjaan konstruksi masih belum selesai karena ada masalah tanah bergerak sehingga memerlukan perubahan desain dan penanganan kontruksi secara khusus. Pada kunjungan ke Jalan Tol Balsam 5 Desember lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan Jalan Tol Balsam ini akan beroperasi penuh sebelum Lebaran 2020. Lanjutkan membaca artikel di bawah Menurut Menteri PUPR Basuki lokasi tanah bergerak ini ada di Seksi 5, Balikpapan-Samboja dengan panjang 11 kilometer.

4. Jalan Tol Balsam terhubung dengan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan

Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan (IDN Times/Surya Aditya) Jalan Tol Balsam juga terhubung dengan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. Akses menuju bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati Seksi V ruas Balikpapan–Sepinggan yang jaraknya sekitar 8 kilometer dari bandara. Keberadaan jalan tol yang terhubung dengan Bandara SAMS Sepinggan ini tentu memudahkan akses manusia maupun barang untuk menuju ke lokasi IKN.

5. Nilai investasi Jalan Tol Balsam senilai Rp9,9 triliun

Besok Jokowi Resmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda
Proses pengerjaan Tol Jalan Tol Balsam dibangun sejak November 2016 terdiri dari 5 seksi yaitu Seksi 1 ruas Balikpapan – Samboja (22,03 Km), Seksi 2  ruas Samboja – Muara Jawa (30,98 Km), Seksi 3 Muara Jawa – Palaran (17,50 Km), Seksi 4 Palaran – Samarinda (17,95 Km), dan Seksi 5 ruas Balikpapan – Sepinggan (11,09 Km). Jalan tol ini memiliki nilai investasi sebesar Rp9,9 Triliun. Dalam rilis oleh Kementerian PUPR disebutkan dari lima seksi, Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi 1 dan Seksi 5 yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut. Pembangunan Seksi 1 menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim sebesar Rp1,5 triliun dan APBN sebesar Rp271 miliar, dimana Rp79,88 miliar di antaranya dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Manggar sepanjang 613 meter. Sedangkan untuk Seksi 5 didanai oleh APBN yang berasal dari pinjaman dari Pemerintah Tiongkok sebesar Rp848,55 miliar atau sekitar 8,5 persen dari total investasi. Untuk Seksi 2,3, dan 4, pembangunannya menggunakan dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda yang didukung badan usaha lainnya dengan kepemilikan saham, yaitu PT Jasa Marga sebanyak 64,15 persen, PT Wijaya Karya sebesar 16,93 persen, PT Pembangunan Perumahan sebesar 15 persen, dan PT Bangun Tjipta Sarana sebesar 3,91 persen.

6. Rencana konektivitas jalan tol Balikpapan ke IKN

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Dok. IDN Times/Istimewa) Basuki menjelaskan Jalan Tol Balsam dari Balikpapan ke IKN akan dikerjakan oleh PT Jasa Marga Samarinda -Balikpapan yang saat ini menangani pembangunan Jalan Tol Balsam untuk mempercepat proses konstruksi. Proyek ini juga akan diprioritaskan masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) agar pembebasan lahan bisa dipercepat. Ruas tol Balikpapan—IKN ini dirancang panjangnya sekitar 60 km. Nilai investasi sekitar Rp120 miliar-Rp150 miliar per kilometer, jika tidak membutuhkan konstruksi melayang atau elevated.  fyi/ma :: penyunting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here