Pasien sembuh Virus Corona nomor 02 meminta kepada warga untuk tidak panik dalam menerima pasien sembuh dari corona ini.

Sebab, ia menyebut kepanikan akan membuat kekebalan tubuh atau imun menurun. “Warga Depok, pleasejangan panik. Kami semua ini harus tetap bahagia, senang untuk menumbuhkan imun di dalam tubuh. Ini pesan untuk seluruh Indonesia,” kata dia, di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta, Senin (16/3).

Sambungnya, “Ketika kita panik, imun tubuh kita pasti turun. Jangan panik, kita ada Gusti Allah,” dia menambahkan.

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah pasien positif Corona yang berhasil sembuh saat ini telah mencapai 11 orang. Yurianto mengatakan mereka sudah bisa dipulangkan kembali ke rumah masing-masing.

Jakarta ,”Jumlah yang sudah jadi negatif, sudah sembuh dan bisa dipulangkan, akumulatif kita laporkan 11 kasus bisa dipulangkan,” ujar Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu, 18 Maret 2020.

Mereka yang berhasil dipulangkan berasal dari tiga daerah, yakni DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Pasien dari DKI menjadi yang paling banyak pulih dengan total 9 orang. Sementara itu Banten dan Jawa Barat masing-masing memiliki satu orang pasien yang sembuh.

Yurianto sebelumnya mengatakan para pasien yang dinyatakan sembuh ini telah melewati dua kali pemeriksaan tes Corona. Di kedua pemeriksaan itu, mereka dinyatakan negatif sehingga dianggap telah sembuh.

Untuk mencegah penyakit ini meluas kita harus melakukan persiapan. Apa itu persiapan yang harus kamu lakukan? Hal terpenting adalah jangan panik, namun harus tetap siap. Faktanya, hampir sebagian besar pasien COVID-19 sudah berhasil dinyatakan sembuh. Mau tahu caranya agar bisa tetap tenang dan waspada terhadap gejala terinfeksi virus corona? Ini dia tipsnya.

1. Bicara dengan orang terdekat agar bisa tetap tenang

Bicara dengan orang terdekat

Sejak Presiden Joko Widodo secara resmi mengonfirmasi kasus pertama COVID-19 di Indonesia, banyak masyarakat yang panik. Salah satu efeknya adalah fenomena panic buying. Banyak banget orang yang langsung menyerbu pusat-pusat perbelanjaan dan memborong bahan-bahan pokok.

Sangat normal jika kamu merasa cemas, takut, sedih, atau khawatir dengan masuknya COVID-19 ke Indonesia. Untuk membantu menenangkan kecemasan atau kepanikan kamu, kamu bisa bicara dengan orang yang kamu percaya, seperti keluarga atau sahabat terdekat.

2. Hanya percayai informasi yang akurat

Cari informasi yang dapat dipercaya

Pasti kamu sudah tahu bahwa virus corona termasuk virus yang berbahaya. Untuk itu, penting untuk kamu terus menggali informasi yang akurat dan bukan hoax. Kumpulkan berbagai informasi terpercaya yang akan membantu kamu memperkirakan risiko yang mungkin kamu miliki. Dengan begitu, tindakan pencegahan yang bisa kamu lakukan pun tepat. Beberapa situs atau pihak berwenang yang kredibel antara lain Kementrian Kesehatan RI atau WHO (World Health Organization).

3. Terapkan gaya hidup sehat

Terapkan gaya hidup sehat

Fokus terhadap keselamatan diri kamu sendiri agar bisa meminimalisir risiko terjangkit virus tersebut. Mulai dengan menjaga sanitasi diri dengan rajin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol. Rajin membersihkan area sekitar kamu karena virus ini bisa menempel pada berbagai benda. Jaga asupan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, dan rutin berolahraga. Psst, tunda dulu perjalanan ke luar negeri, terutama ke negara yang banyak terdampak.

4. Kurangi intensitas paparan di media

Kurangi intesitas social media tentang corona

Kurangi intensitas paparan media

Banyaknya berita yang berkembang di berbagai media, baik itu media sosial, TV, radio, sebagainya, bisa membuat kita semakin cemas dan takut. Jika kamu merasa semakin terganggu dan semakin cemas dengan pemberitaan media, kamu boleh mengurangi intensitas paparan berita di media atau gadget. Kamu juga bisa lho memblokir kata-kata yang terkait dengan COVID-19 di internet, seperti virus, penyakit corona, dan sebagainya.

5. Kelola emosi dan stres dengan baik

Tetap Tenang

Terkadang kita hanya berfokus untuk menjaga kondisi tubuh yang prima, namun mengabaikan kondisi mental. Di kondisi yang seperti sekarang ini, setiap orang akan rentan terkena stres atau kepanikan dan kegelisahan akan penyakit yang mungkin datang. Jangan sampai kamu terlarut dalam pikiran negatif yang membuat rasa cemas semakin parah. Saat krisis seperti ini, cobalah ingat-ingat aktivitas apa yang bisa membuat pikiran kamu lebih tenang. Respon yang terlalu berlebihan hanya akan menimbulkan masalah baru.

6. Social Distancing

Social Distancing Efektif Cegah Penyebaran Corona,

Selkarang, untuk memperlambat penyebarannya, para ilmuwan telah menganjurkan masyarakat melakukan social distancing. Bagaimana caranya?

Intinya, social distancing adalah tindakan untuk sebisa mungkin berdiam diri di rumah, menjauh dari keramaian, dan tidak bepergian apabila memang tidak diperlukan.

Social distancing yang secara harfiah berarti mejaga jarak dari kehidupan sosial, akan memperlambat penyebaran virus corona yang terjadi melalui kontaminasi droplet atau percikan air liur pada jarak dekat.

Dengan social distancing, maka risiko tertular dari COVID-19 dari orang lain akan berkurang. Sebaliknya, jika kamu ternyata terinfeksi tapi tidak menyadarinya, maka menjauhkan diri dari keramaian akan sangat membantu mencegah penyebaran.

Jadi mulai sekarang, agar penyebaran virus ini tidak makin meluas di Indonesia, peran yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukansocial distancing.

Jangan beraktivitas di luar rumah kecuali jika benar-benar diperlukan. Untuk sementara waktu, hindari berkumpul secara langsung dengan teman atau saudara. Tidak perlu juga untuk mengunjungi pusat keramaian seperti mal atau tempat wisata.

Ingat, kamu harus tetap kritis, waspada, dan jaga kesehatan serta kebersihan dengan baik. Sebaiknya hindari dulu bepergian ke wilayah yang ramai untuk menghindari tertular dengan virus corona.

::fyi/ima

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here