Beda Gejala Virus Corona Dengan Flu Biasa, Serupa Tapi Tak Sama 

0
55

Beda Gejala Virus Corona Dengan Flu Biasa

Masyarakat memang tidak perlu takut dan khawatir, tetapi harusnya tetap waspada dan berhati-hati. Selain menjaga kesehatan tubuh, memastikan asupan gizi dan vitamin, penting bagi masyarakat untuk mengetahui sebenarnya ‘seperti apa’ coronavirus yang gejalanya kerap disebut mirip dengan flu. 

Dari gejala umum yang dirasakan oleh pasien positif coronavirus adalah demam, batuk, dan kesulitan bernafas. Gejala ini memang kurang lebih sama dengan gejala seseorang terkena demam atau flu. Tetapi, virus corona bisa membawa pasien ke tingkat yang lebih parah, yakni pneumonia atau bahkan terganggunya saluran pernafasan. Semua gejala ini kemungkinan akan terjadi selama 2 hari atau paling lama 2 minggu. 

Dilansir laman alodoktercom Baik flu biasa maupun COVID-19 sama-sama disebabkan oleh virus yang bisa menyerang saluran pernapasan manusia. Namun, kedua virus ini berasal dari golongan yang berbeda dan memiliki karakteristik yang berbeda pula.

Virus penyebab flu berasal dari golongan rhinovirus. Virus ini menyebar dari manusia ke manusia dan paling sering menyerang anak-anak atau remaja. Infeksi rhinovirus bisa terjadi sepanjang tahun, tapi paling sering di musim hujan. Sedangkan COVID-19 disebabkan oleh virus dari golongan coronavirus.

Perbedaan Gejala Flu Biasa dan Infeksi Virus Corona

Berikut ini adalah perbedaannya :

Flu biasa

Flu ini terjadi ketika rhinovirus menyerang saluran pernapasan. Umumnya, keluhan yang muncul datang dari hidung dan tenggorokan (saluran pernapasan atas). Gejalanya adalah sebagai berikut:

  1. Bersin-bersin
  2. Hidung tersumbat dan berair
  3. Sakit tenggorokan
  4. Sakit kepala ringan
  5. Batuk-Batuk
  6. Demam (jarang)

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul 1–3 hari setelah terpapar virus dari orang lain yang sedang sakit.

COVID-19

Sama seperti rhinovirus, virus Corona juga menginfeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, orang yang menderita COVID-19 bisa mengalami gejala yang mirip dengan flu. Meski begitu, virus Corona yang sekarang sedang menjadi wabah lebih sering menyebabkan keluhan pada saluran pernapasan bawah. Virus Corona bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil atau menyusui serta bayi – balita dan anak-anak.

Ada 3 gejala utama yang dapat muncul pada COVID-19, yaitu:

  1. Demam tinggi
  2. Batuk-batuk
  3. Sesak napas

Pasien juga bisa mengalami nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, diare, mual, dan muntah. Namun, gejala ini jarang terjadi dan tidak khas pada pasien COVID-19.

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan komplikasi yang serius, seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh, misalnya ginjal.

Bila Anda merasakan gejala atau baru saja bepergian ke luar kota-kota atau negara-negara terjangkit virus Corona, Anda bisa mendeteksi apakah Anda berisiko terinfeksi virus Corona dengan klik gambar di bawah ini.

Pengobatan Flu dan Virus Corona

Pengobatan untuk flu dan infeksi virus Corona atau COVID-19 tidak bisa disamakan, karena kedua penyakit ini memang sangat berbeda. Berikut adalah penjelasan mengenai pengobatan flu dan infeksi virus Corona:

Flu biasa

Flu umumnya dapat sembuh sendiri dalam waktu 4–9 hari. Semakin kuat daya tahan tubuh, semakin cepat flu sembuh. Oleh karena itu, dokter akan menyarankan penderita flu untuk banyak beristirahat, makan makanan bernutrisi, dan minum air putih yang cukup.

COVID-19 (Virus Corona)

Sampai saat ini, belum ditemukan obat atau vaksin yang mampu mengobati atau mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19.

Kasus COVID-19 yang gejalanya berat, pengobatan lebih ditujukan untuk menjaga kondisi pasien dan mengatasi komplikasi yang muncul agar tidak berakibat fatal.

Meski belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah infeksi virus Corona, Anda bisa meminimalkan risiko terkena infeksi ini dengan cara:

  • Mencuci tangan dengan air dan sabun setidaknya selama 20 detik atau antiseptik.
  • Menggunakan masker setiap beraktivitas di luar ruangan atau di tempat umum.
  • Memperbanyak minum air putih.
  • Beristirahat yang cukup.
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor.
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang batuk flu dan demam, atau menghindari tempat tempat umum dan keramaian

Infeksi virus Corona bisa menimbulkan gejala yang ringan hingga yang sangat berat dan mengancam nyawa. Gejala COVID-19 yang ringan memang bisa mirip dengan gejala flu biasa. Oleh karena itu, Anda perlu lebih jeli mengenali perbedaannya, berdasarkan penjelasan di atas.

Bila Anda mengalami gejala-gejala flu, terutama yang tidak sembuh lebih dari 1 minggu dan disertai demam tinggi, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

::ifa168

Dikutip : alodokter.com &
Ref. :

Chen et al (2020). Epidemiological and Clinical Characteristics of 99 Cases of 2019 Novel Coronavirus Pneumonia in Wuhan, China: A Descriptive Study. The Lancet, DOI:10.1002/jmv.25678. 
Greenberg, S. B. (2016). Update on Human Rhinovirus and Coronavirus Infections. Seminars in Respiratory and Critical Care Medicine, 37(04) pp. 555-571. DOI: 10.1055/s-0036-1584797. 
World Health Organization. Coronavirus. 
Centers for Disease Control and Prevention (2020). 2019 Novel Coronavirus. 
Centers for Disease Control and Prevention (2019). Common Colds: Protect Yourself and Others. 
NHS UK (2020). Health A to Z. Coronavirus (2019-nCoV). 
U.S. National Library of Medicine MedlinePlus (2020). Coronavirus Infections. 
Harvard Medical School (2020). The New Coronavirus: What We Do — and Don’t — Know. 
Drugs (2019). Acetaminophen, Dextromethorphan, Guaifenesin, and Pseudoephedrine. 
Mayo Clinic (2019). Diseases & Conditions. Common Cold. 
Mayo Clinic (2018). Cold Remedies: What Works, What Doesn't, What Can't Hurt. 
Drugs (2019). Chlorpheniramine and Pseudoephedrine. 
Drugs (2019). Dextromethorphan. 
Drugs (2018). Paracetamol. 
WebMD. Drugs & Medications. Ibuprofen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here