Bajakah Tanaman Dari Kalimantan Untuk Pengobatan Kanker

0
195

Tanaman Bajakah

Kukar.id – Pasti Anda mendengar tentang tanaman bajakah? Tanaman asal Kalimantan yang belakangan viral ini diklaim dapat menyembuhkan kanker. Tanaman bajakah yang banyak tumbuh di hutan Kalimantan ini memang memiliki berbagai kandungan fitokimia yang dapat bertindak sebagai antioksidan.

Indonesia kaya akan bahan-bahan obat alami yang dapat membantu pemulihan dari penyakit berat, seperti gangguan jantung, diabetes, hingga kanker. Kulit Manggis, Daun Sirsak, dan Keladi Tikus adalah contoh tanaman yang hingga saat ini terus diandalkan sebagai bahan obat alami untuk kanker. Dan baru-baru ini diberitakan penemuan bahan obat kanker alami asal Kalimantan, yaitu Akar Bajakah Tunggal.

Akar Bajakah Tunggal dikabarkan memiliki kemampuan luar biasa untuk membasmi sel-sel kanker. Sebenarnya sebelum tanaman ini, ada tanaman asli Indonesia lain yang lebih dulu trending pada tahun 2006 sebagai tanaman pembunuh kanker, yaitu Sarang SemutPapua. Sejak saat itu hingga sekarang popularitas Sarang Semut Papua terus bertahan, bahkan bertambah, karena tanaman ini sudah terbukti membantu ribuan orang penggunanya.

Tanaman bajakah belakangan mulai viral berkat siswi SMAN 2 Palangkaraya yang melakukan penelitian dan menemukan bahwa tanaman tersebut dapat menjadi obat kanker. Penelitian pada tanaman bajakah oleh  siswa SMAN 2 Palangkaraya bersama guru pembimbingnya ini sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2018.

Pembuktian Ilmiah dari Khasiat Akar Bajakah Tunggal

Dua siswi dari SMA Negeri 2 Palangka Raya, berhasil memperoleh medali emas pada ajang kompetisi World Invention Creativity Olympic (WICO) 2019 yang diadakan di Seoul, Korea Selatan, pada 25 Juli 2019. Kompetisi ini diikuti oleh ribuan siswa-siswi dari 22 negara berbeda di seluruh dunia.

Pada kompetisi itu, mereka berdua memperkenalkan Akar Bajakah Tunggal asal hutan Kalimantan Tengah sebagai obat alami untuk kanker payudara. Karya ilmiah yang mereka buat dan tampilkan menarik perhatian para juri, yang akhirnya menjadikan mereka juara tingkat dunia.

Sebenarnya awal mula kisah luar biasa ini sederhana saja. Aysa dan Anggina mengikuti sebuah kegiatan ekstrakurikuler setiap minggu di SMA mereka yang melatih mereka untuk menerapkan ilmu pengetahuan alam dalam kehidupan sehari-hari.

Pada waktu mencari ide tentang bahan penelitian untuk ekstrakurikuler, mereka tertarik dengan Akar Bajakah Tunggal yang dikonsumsi oleh nenek dari seorang teman mereka yang pulih dari kanker payudara setelah mengonsumsinya selama 3 bulan. Siswa-siswi yang tergabung dalam tim ekstrakurikuler lalu menemui nenek pengguna Akar Bajakah Tunggal tersebut dan orang-orang pedalaman lain yang juga menggunakan herbal ini.

Tim ekstrakurikuler itu kemudian mencari contoh Akar Bajakah Tunggal di Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, dan mengirimkannya ke Universitas Lambung Mangkurat di Kota Banjarmasin untuk diuji.

Benar saja, hasil uji laboratorium memperlihatkan bahwa tumbuhan asal Kalimantan ini memiliki berlimpah kandungan yang bermanfaat untuk obat kanker alami. Tumbuhan ini memiliki kandungan antioksidan mencapai ribuan kali lipat lebih banyak daripada yang pada umumnya dimiliki oleh jenis-jenis tumbuhan lain.

Akar Bajakah Tunggal Diolah Menjadi Teh Herbal

Hasil uji laboratorium dari Universitas Lambung Mangkurat meyakinkan siswa-siswi tim ekstrakurikuler SMAN 2 untuk mengolah Akar Bajakah Tunggal menjadi dalam bentuk bubuk dan dikemas menjadi produk teh herbal.

Cara pengolahan yang mereka lakukan sangat sederhana. Akar Bajakah Tunggal mereka keringkan terlebih dulu menggunakan sinar matahari atau menggunakan oven. Lalu setelah kering, mereka menumbuknya dengan alat tumbuk manual.

Setelah semua bahan ditumbuk menjadi bubuk, mereka mengemasnya menjadi produk teh siap seduh. Produk teh herbal yang mereka kemas dapat diseduh dengan takaran 1 gram bubuk Akar Bajakah Tunggal untuk 500 ml air, dan bisa diminum seperti teh biasa.

Dan untuk membuktikan manfaat produk Akar Bajakah Tunggal yang mereka kemas, mereka mencobanya terlebih dulu pada sebuah penelitian selama kurang-lebih 3 bulan. Penelitian itu dilakukan dengan uji coba pemberian Akar Bajakah Tunggal pada tikus putih yang memiliki sel-sel tumor dalam tubuhnya.

Dalam waktu sekitar 2 minggu pemberian Akar Bajakah Tunggal, sel-sel tumor menghilang dari tubuh tikus putih, dari yang tadinya sel tumornya positif sampai menjadi nol sentimeter. Bahkan tikus tersebut bisa tumbuh besar dan berkembang biak. Tentu itu adalah hasil yang sangat menggembirakan bagi siswa-siswi ini.

Hasil itulah yang kemudian disusun menjadi sebuah karya ilmiah dan didaftarkan pada ajang kompetisi Youth National Science Fair (YNSF) 2019 yang diikuti oleh sekolah-sekolah dari seluruh Indonesia. Setelah menang pada kompetisi itu, dua siswi lalu dikirim sebagai perwakilan ke kompetisi WICO di Korea Selatan dan akhirnya menang juga di sana.

Apakah Akar Bajakah Tunggal dapat mengikuti jejak dari Sarang Semut Papua, yaitu untuk digunakan sebagai obat herbal yang benar-benar sanggup menghilangkan kanker?

Sebenarnya masih terlalu dini untuk menyimpulkan jawaban yang pasti dari pertayaan itu. Sebab penelitian ilmiah tentang Akar Bajakah Tunggal yang ada saat ini masih sangat terbatas. Bukti empiris (berdasarkan pengalaman pengguna) juga masih sedikit dan hanya berfokus pada penyakit kanker payudara saja.

Namun dari bukti yang sudah ada, kita dapat melihat bahwa Akar Bajakah Tunggal memang punya potensi besar untuk dijadikan obat kanker alami, terutama kanker payudara. Waktu yang dibutuhkan untuk herbal ini sampai menunjukkan efek positifnya juga bisa sama cepatnya dengan Sarang Semut Papua, yakni dalam hitungan bulan.

Bahkan dari pengalaman yang ditulis di artikel ini dan dari hasil penelitian oleh siswa-siswi SMAN 2 Palangka Raya, herbal ini sudah mampu menunjukkan reaksi positif dalam waktu beberapa minggu saja!

Semoga temuan dari siswa-siswi asal Kalimantan yang berprestasi ini dapat diteruskan dan dikembangkan menjadi obat kanker alami yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat luas. Mengingat sampai saat ini tumbuhan Akar Bajakah Tunggal masih terbatas hanya ada di hutan pedalaman Kalimantan. Apalagi tempat tumbuhnya di lokasi yang sulit diakses, tertutup rimbunnya hutan dan hanya ada sedikit sinar matahari yang masuk.

Apa Tanaman Bajakah?

Sebenarnya Tanaman / tumbuhan asli dari Kalimantan   yang sudah lama diketahui dan dikenal oleh masyarakat pedalaman Kalimantan Untuk Bermacam fungsi dan obat obatan.

Tanaman bajakah sendiri merupakan tanaman yang banyak ditemukan di hutan Kalimantan. Pohon bajakah termasuk jenis tanaman merambat, namun memiliki batang yang cukup besar dan kuat. Ketinggian pohon bajakah dapat mencapai 5 meter atau mencapai puncak dari pohon yang dirambatinya.

Bajakah banyak tumbuh di tanah gambut dan penampakannya sering kali mirip dengan banyak tanaman lain di hutan sehingga sulit untuk membedakannya. Umumnya tanaman bajakah banyak ditemukan di bagian hutan yang tumbuh dan hanya sedikit terkena cahaya matahari.

Keberadaannya di hutan belantara membuat pohon bajakah sering dianggap sebagai pohon mistis. Meskipun dianggap mistis, tapi pohon ini juga dimanfaatkan sebagai obat kanker tradisional oleh Suku Dayak.

Penelitian pada tanaman bajakah juga awalnya didasari oleh kepercayaan masyarakat Pedalaman tentang tanaman bajakah yang bisa menyembuhkan kanker.

Kandungan Tanaman Bajakah

Fakta bahwa tanaman bajakah dapat menyembuhkan kanker tentunya tidak terlepas dengan berbagai kandungan fitokimia atau fitonutrien yang ada di dalamnya. Menurut penelitian yang telah dilakukan, tanaman bajakah memiliki kandungan kurang lebih 40 senyawa yang dapat membantu menyembuhkan kanker.

Beberapa kandungan fitokimia utama dalam batang dan akar tanaman bajakah antara lain seperti saponin, terpenoid, flavonoid, tanin, steroid, dan fenol. Semua senyawa ini dapat bertindak sebagai antioksidan.

Antioksidan sendiri merupakan senyawa yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Berikut adalah berbagai manfaat antioksidan:

  • Mencegah penyakit kardiovaskular
  • Menjaga kemampuan kognitif
  • Mencegah kanker
  • Mencegah dan melawan kanker
  • Meningkatkan kerja organ tubuh
  • Meningkatkan imunitas tubuh
  • Mencegah penuaan dini

Tanaman bajakah sendiri diklaim memiliki kandungan antioksidan yang jumlahnya jauh lebih banyak dari tanaman lain. Namun untuk membuktikan efektivitas tanaman bajakah sebagai obat kanker, masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut.

Penelitian yang belakangan dilakukan menggunakan mencit atau tikus putih untuk uji coba dan belum dilakukan penelitian langsung terhadap manusia. Meskipun penelitian pada hewan sering kali mendapatkan hasil yang tidak jauh berbeda pada manusia, tapi tetap harus dilakukan penelitian lanjutan sebelum menjadikan pohon bajakah sebagai obat untuk kanker.

Tanaman Penyembuh Kanker yang Dipercaya Masyarakat

Selain tanaman bajakah, pada dasarnya banyak juga tanaman lain yang sering kali disebut-sebut sebagai tanaman penyembuh kanker atau pereda kanker. Umumnya tanaman-tanaman tersebut memang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi setelah diteliti.

Beberapa tanaman yang sering disebut dapat menjadi obat kanker atau dapat meringankan kanker yang dipercaya masyarakat adalah seperti:

  • Daun sirsak
  • Bawang Dayak /Tiwai
  • Bawang putih
  • Kunyit
  • Teh hijau
  • Mahkota dewa
  • Kulit manggis
  • Mengkudu
  • Keladi tikus

Selain tanaman di atas, masih banyak lagi tanaman yang dianggap dapat mencegah dan meringankan kanker. Beberapa tanaman memang sudah diteliti dan ditemukan memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi, namun tentunya hal ini tidak dapat menjadi bukti yang cukup bahwa tanaman tersebut dapat melawan kanker.

Sebelum menggunakan tanaman herbal untuk pengobatan, sebaiknya Anda berkonsultasi lebih dulun dengan dokter. Sama halnya dengan obat medis, obat herbal juga berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga penggunaannya juga harus dilakukan secara hati-hati.

Menurut Berbagai Sumber :

Bajakah Banyak Macam Jenisnya.

Bajakah (liana) itu kadang kadang  punya nama sendiri dari species yang berbeda tergantung jenis tumbuhannya, namun umumnya orang Dayak Ngaju menyebut setiap akar2an (liana) yang merambat di pohon lain disebut bajakah atau dalam bahasa kita Dayak Ma’anyan biasa disebut dengan kata wakai. Temuan anak SMA yg ramai dibicarakan Dapat menyembuhkan penyakit kanker sebenarnya bisa dianggap sekedar tulisan secara ilmiah saja yang sebenarnya sudah lama dikenal oleh suku Dayak oleh orang-orang tertentu. Tumbuhan itu juga ada namanya sendiri-sendiri bukan hanya bajakah karena tumbuhan memiliki banyak species.

Tidak semua bajakah bisa Jadi obat kanker bahkan ada beberapa jenis yang beracun dimana cairan/getahnya digunakan untuk senjata berburu (yang dibolehkan atau direndam pada ujung tombak, anak panah atau pada peluru sumpit) untuk melumpuhkan atau membinasakan hewan buruan bahkan manusia sekalipun. Bajakah tampirik atau biasa kita sebut karawei rasa buahnya yang khas dan lezat sangat kaya akan vitamin C. Sedangkan bajakah tuwe atau akar tuba digunakan sebagai bahan meracun ikan alami di perairan pada saat musim kemarau, dimana racun tersebut dianggap aman bagi manusia karena fungsi racun tersebut akan menjadi rusak/tawar pada suhu agak tinggi diatas 27° C atau setelah ikan dimasak. Ekstrak racun tuba juga digunakan sebagai bahan pembasmi kutu pada binatang peliharaan seperti pada anjing dan kucing, nama perdangangannya dikenal dengan sebutan bedak dorris tetapi sepertinya sudah tidak diproduksi lagi karena minimnya ketersediaan bahan baku di alam.

Bajakah kalanis atau biasa dikenal dengan sebutan akar kelanis kulit batangnya dibuat sebagai bahan baku bedak dingin yang bermanfaat untuk mengencangkan kulit (astrigent) dan membantu proses penundaan penuaan kulit karena mengandung zat kollagen. Ada juga jenis bajakah dibuat sebagai bahan baku parfum dikenal dengan nama Gaharu akar. Bajakah juga bisa dijadikan sebagai tanaman estetika karena penampilan bunganya yang indah seperti yang kita kenal dengan nama kembang kertas atau bogenvile dan masih banyak lagi jenis bajakah yang dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan herbal seperti simawuket atau akar kuning digunakan untuk pengobatan gangguan penyakit liver dan jenis lainnya untuk pengobatan malaria disebut tawar sampai dan juga ada jenis lainnya yang dimanfaatkan sebagai penambah stamina tubuh atau obat kuat lelaki, maaf maksudnya lemah syawat seperti bajakah saluwang belum. Harus diperhatikan dgn benar seperti apa bajakah tersebut, org2 yg lebih tua biasanya mengetahui nama2 jenis bajakah yg cocok sbg obat. Jd temuan anak SMA yg menang kemarin harus diperbaiki nama dari jenis bajakah tersebut dan di pohon apa biasanya merambat, supaya orang orang tidak keliru mengambil sembarangan bajakah sebagai obat kanker atau penggunaan obat herbal lainnyalainnya (source : Akun FB Paruna Macimau).

Bajakah Akar-akaran di Hutan Hujan Kalimantan

Bajakah dalam bahasa Dayak Ngaju artinya “akar akaran” dalam bahasa Dayak  Maanyan disebut “wakai”, yaitu ratusan spesies tumbuhan pembelit-pemanjat di hutan hujan Kalimantan. Nama “bajakah” bukan spesies tapi nama sekelompok akar akaran. Pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun silam dari indigenous knowledge mereka. Jadi adik adik SMA kemarin bukan “Penemu” hanya memperkenalkan ke dunia tumbuhan bajakah ini, sehingga dianggap sebagai orang yang “menemukan” namun upaya mereka mempresentasikan tumbuhan ini sangat layak diapresiasi.

Jenis ini sendiri hanya dikenal oleh penduduk asli atau indigenous people. Jadi hati hati tiap bajakah punya kegunaan masing masing, bajakah untuk kanker “Tidak Boleh” dikonsumsi oleh orang tanpa penyakit, karena bisa jadi kandungan bahan aktif yang kuat di dalammnya akan berbahaya. Ada jenis bajakah merah belakang rumah kami itu gak ada khasiatnya, buat kami minum air langsung dari tebasan batangnya aja hehe…ada bajakah yang bersifat racun yang digunakan sebagai tuwe atau tuba untuk membuat ikan lemas, ada bajakah yang dipukul dan berbusa digunakan sebagai samphoo untuk mencegah kerontokan rambut, ada bajakah yang digunakan untuk mengusir makhluk halus, ada bajakah untuk mengikat sesuatu, ada bajakah anti bisa ular, ada bajakah untuk sabun mandi, ada bajakah obat penyakit kulit, ada bajakah sebagai obat KB, ada bajakah sebagai obat kuat, ada bajakah untuk menyembuhkan keputihan, ada bajakah untuk memperbesar penis, ada bajakah sangat beracun yang getahnya buat mata sumpit, ada bajakah tempat ayun-ayun dan main di hutan dan ratusan lainnya. jangan asal konsumsi bajakah ya? modar nanti kalau tidak sesuai jenis.

Untuk bajakah buat kanker ini kami punya di kebun mertua saya, tidak digunakan sih..kan tidak punya kanker…Amit amit sih makai.

Sejauh ini, berdasarkan pengalaman dan kesaksian, bajakah kuning nan viral itu efektif hanya untuk kanker payudara, belum ada cerita yang dari kanker bagian lain.

Selain ratusan bajakah ini, masih ada ribuan jenis medicinal plants yang dimanfaatkan masyarakat Dayak di Kalimantan.

Untuk jenis bajakah sesuai keperluan anda, pastikan anda diantar oleh penduduk lokal yang sudah mengenal itu tumbuhan turun temurun.

Source: Akun FB David Su. Indigenous People of Central Kalimantan

Kutipan : Doktersehat & Deherba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here